Breaking News
Home / Uncategorized / Dijemput di Stasiun

Dijemput di Stasiun

Tak perlu risau jika tak ada yang menjemput apalagi menyambut ketika sampai di stasiun tujuan. Seperti di bandara-bandara yang berbaris rapi kerumunan orang. Membawa selembar kertas bertuliskan berbagai nama.

Belum lagi ditambah dengan senyum yang mengembang di wajah para penjemput dan penyambut. Dua senti ke kanan dan ke kiri. Walaupun terkadang sedikit dipaksakan. Sambil kepala celingak-celinguk mencari wajah yang sesuai seperti di foto.

Suasana demikian sering kali saya jumpai. Tapi belum pernah saya temui lembaran kertas yang bertuliskan nama saya. Pun ketika saya tiba di kota Solo, Stasiun Solo Balapan.

Meski tiada yang menjemput dan menyambut, ternyata di gerbang keluar sudah berderet yang menyambut saya. Berkaos oranye lengan panjang dan bertopi sambil melambaikan tangan, “Becak, Mas. Becak!”

Ah. Maaf Pak. Tanpa sepatah katapun keluar dari lisan saya. Ku berjalan lalu. Beberapa ada yang menghadang dengan tangan yang menggenggam, ku balas dengan jari tangan yang terbuka. Tapi ini bukan adu suit Jepang. Mereka mengeluarkan “batu” sedangkan saya “kertas”.

Tak jarang ada yang memaksa. Berjalan menjejeri. “Ke mana, Mas? Ayo, ojek 10.000 saja ke terminal.” Bagi yang bertanya demikian, maka kurang sopan jika diabaikan dan dijawab menggunakan suit “kertas”. Karena akan dianggap “talk to my hand”.

Saya jawab singkat, “RRI”. Tak perlu ku tahu apa reaksinya karena kebanyakan akan langsung ‘ngerasani’, “Masih sore kok udah ke RRI,” sambil ngeloyor menghindar.

For your info, RRI di Solo dikenal sebagai lokalisasi. Kecil sih, tak sebesar gang Dolly atau Kali Jodo. Belum lagi isinya kebanyakan budhe-budhe. Bukan tante-tante apalagi mbak-mbak.

Begitu sampai di RRI dengan berjalan, masih juga ditawari walaupun tak selalu. “Mas, ojek, Mas?”. Saya tahu mereka hanya bercanda. Tawaran retoris sekedar menyapa. Atau ada yang dengan sedikit menggoda, “Mas ayo mampir bentar, Mas.”

Oalah budhee budhe. Kayaknya sampeyan orang baru di sini

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Bisnis Penitipan Sepeda Motor

Sabtu pagi di Stasiun Lempuyangan, para calon penumpang sudah membanjiri ruang tunggu. Lusinan deret kursi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram