Breaking News
Home / iseng / .:: Digitalisasi Bimbingan Konseling ::.

.:: Digitalisasi Bimbingan Konseling ::.


“Ustadz, gmn cara ngadepin ank yg nangis y?”

“Kemaren ad anak yg kabur, baiknya dikasih hukuman apa y tadz?”

Dan masih banyak lagi kasus2 yg berhubungan dgn santri, entah senior atau junior

Sempat kesusahan d awal2 dlu menjadi “ustadz”, apalagi menjadi wali kamar. Menghadapi santri2, belum klo ank2 baru yg butuh perhatian “ekstra”. Beberapa permasalahan muncul, tak punya bekal menjadi pembimbing selama “nyantri”, taunya menghukum santri yg “salah” ketika menjadi pengurus dlu

Menjadi semakin bingung ketika dihadapkan problem lsg d lapangan, “anak tak betah”. Gimana caranya motivasi, menenangkan, membimbing dst. Wal hasil, entah jadi apa mereka sekarang, “korban pertama” saya.

Ilmu ini tak pernah muncul d mata kuliah saya dlu. Sepertinya lebih mudah merancang simulasi plastic molding, menghitung debit fluida yg mengalir, mengoptimasi PID system. Sesusah2nya, masih ad textbook yg membantu, ada software yg memudahkan. Ad dosen yg bisa ditanya, ad asisten dosen yg lebih gaul. Tapi ini???

Hanya satu sumber yg bisa ditanya, ustadz senior. Dn itu berdasarkan dr pengalamannya. Hmm..ad sesuatu yg rasanya kurang. Ank teknik, penginnya berdasarkan prosedur. Susah. Nyusahin diri sendiri sakjane. Tapi mau gimana lagi?

Hmm..d pesantren, sudah ada Bimbingan Konseling (BK) yg berisi ustadz/h yg punya basic psikologi, tapi keberadaannya yg ad d komplek putri ini yg bikin susah. Padahal “ustadz2 muda” ini kan juga butuh belajar, belajar menjadi . . . .

Tak bisa hanya mengandalkan pertemuan sharing2 dgn BK yg tak menentu jadwalnya, hanya ketika ada kasus2 “pelik”. Padahal bisa jadi tiap hari menemukan kasus yg “unik”, lha wong 1200 santri dr berbagai daerah dn background keluarga.

Generasi Y, generasi yg suka gerak cepat (klo ndk mau dibilang instan :p ). Ini yg mungkin menyusahkn generasi d atasnya, generasi X dn baby boomer. Ketika keinginan ini tak tercover, hilanglah semangatnya

Alhamdulillah, setelah sarasehan dgn BK yg kesekian kalinya, terbentuklah grup diskusi ini

Finally . . . Finally. . .

Sekarang bisa tanya2 masalah d asmara *eh asrama :p

Tulisan ini pernah dipublish di halaman fb darmawan.rhs 8 April 2015 lalu

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram