Breaking News
Home / iseng / Me & CASA #15: Gugur Satu, Tumbuh Seribu

Me & CASA #15: Gugur Satu, Tumbuh Seribu

Personil Observatorium Assalaam itu tak banyak, minimal yang menggunakan alat astronominya cuman ust AR dan saya. Sebelumnya ada Adnan yang sekarang melanjutkan studi ke timur tengah dan yalah Sani, ketua Solo Astro Club yang sering membantu kegiatan CASA.

Semakin mendekati akhir dari masa pengabdianku, muncul kegelisahan bagi yang care dengan CASA. Jika pertanyaan pertama yg dilontarkan adalah siapa nanti yang menggantikanku, itu berarti ia care dengan CASA. Tapi jika pertanyaannya adalah ke mana selanjutnya ku pergi, itu berarti ia care denganku. Yeeey 😀

Kalau ndak ada penerusnya, maka fix, ust AR akan sendiri lagi. Kembali ke jaman CASA awal. Mengandalkan santri yang tentunya ada keterbatasan waktu dan perijinan. Alhamdulillah semakin ke sini, semakin banyak yang care dengan CASA. Masalahnya tinggal operator alanya.

Cari yang muda dengan harapan memiliki semangat membara. Apalagi jika diajak “halan-halan”😜. Akhirnya ku dapatkan tiga personil baru. Lutfi (ITB), Sierra (ITS), dan Widi (CASA). Nah, dilihat dari almamaternya kan udah mbois nih. Insinyur-insinyur ditarik ke CASA 😜😎

Semangat ditularkan. Operasi alat ditularkan. Dokumentasinya juga. Nah satu lagi ini yang belum, “menggoreskan tinta”😁. Siapa tahu ada yang “vokal” dan suka “menggigit” -> ini yang tak cari-cari

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram