Breaking News
Home / Cerpen / Cari Kata

Cari Kata

Libur Natal dan Tahun Baru di akhir tahun ini tak lepas dimanfaatkan masyarakat untuk menghabiskan libur panjang. Anak sekolah libur semester, mahasiswa minggu tenang atau libur semester juga, dan pegawai bisa memanfaatkan cutinya. Semua libur, mirip seperti libur lebaran. Arus lalu lintas pun tak ayal meningkat seperti arus mudik ketika lebaran, meskipun tak sebanyak lebaran tersebut. Maka, kemacetan pun di mana-mana, terutama di lintasan obyek wisata.

Kita tentu masih ingat kejadian Brexit (Brebes Exit) pertengahan tahun ini. Jalan tol Brebes yang baru dibuka dan “memakan” banyak korban pemudik karena tumpukan kendaraan di ruas tol tersebut. Bahkan karenanya, Ignasius Jonan yang kala itu menjabat sebagai Menteri Perhubungan tersandung hingga akhirnya dicopot dari jabatannya.

Saya jadi teringat masa kecil saya dulu ketika menjadi pemudik saat lebaran. Terjebak dalam kemacetan yang memakan waktu hingga 25% lebih panjang dari hari normal. Jika Kudus – Solo via Semarang biasa ditempuh dalam 4 jam, maka ketika macet bisa menjadi 5 jam. Jalan tol Bawen belum ada kala itu, begitu pula bypass Salatiga. Salah satu titik kemacetannya ialah kota Salatiga, terutama di pasar yang berada di tengah kota.

Entah siapa yang memulai, saat kemacetan tersebut saya dan adik saya berlomba mencari kata. Sembarang kata yang tertera di baliho, papan iklan, papan toko, bahkan di stiker mobil.

“Coba cari “emas”! “Emas” mana “emas”?” seruku.

Adikku celingukkan, melongokkan kepalanya, mencari-cari kata “emas” berada di mana.

“Itu! “Emas”-nya ada di situ!” sambil menunjukkan kata “emas” yang menempel di papan toko emas.

“Sekarang gantian saya. Coba cari “hati”. Hayoo di manaaa?”

Tak mau kalah. Mumpung kendaraan masih berjalan lambat karena lalu lintas yang “agak” macet, segera ku sisir papan-papan toko yang berada di kanan kiri jalan. Tapi masih juga belum ada yang kata “hati”.

Mobil mulai berjalan, itu berarti waktu pencariannya juga semakin pendek. Ku sisir stiker-stiker mobil yang juga terjebak dalam kemacetan. Juga belum ada. Coba menengok di sebelah kiri, siapa tahu ada stiker yang menempel di helm pengendara sepeda motor.

“Udah ketemu belum, Mas, “hati”-nyaaa?”

“Belum. Bentar lagi.”

“Jiaaahaha, kasihaaan. Ndak ketemu “hati”-nyaa.”

“Woooh, asem.”

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

.:Kisah Dewaruci.:

Sekilas mendengar namanya, seketika teringat dengan Kapal buatan Indonesia yang sudah berkelana keliling Benua . …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram