Breaking News
Home / Opini / .:: Brand Awareness VS Sold Product ::.

.:: Brand Awareness VS Sold Product ::.

“Dulu saya sering sakit hati. tapi setelah saya berobat ke klinik tumpang, hati saya hilang, dan sakit hati saya tidak pernah kambuh terima kasih klinik tumpang.”

Masih ingat celotehan yang serupa dengan di atas? Saya jadi penasaran, bagaimana perasaan bagian pemasaran klinik tersebut. Gembirakah atau justru sebaliknya? Di sisi lain, banyak orang mempromosikan kliniknya tanpa sepeserpun meminta imbalan. Tapi sekaligus namanya jadi semakin “melenceng” dan bisa jadi black campaign.

Penasaran saya pun berujung ke pertanyaan berikut. Manakah yang menjadi tujuan dari pemasar (marketer): brand awareness atau sold product?

Brand awareness itu berarti produknya semakin terkenal. Sold product itu berarti semakin banyak produknya yang terjual.

Atau kombinasi dari keduanya? Brand awareness dahulu dan dilanjutkan dengan sold product. Terkenal dahulu, penjualan kemudian.

nb: topik tulisan ini merupakan tulisan acak sebagai pembuka tulisan berikutnya

Rumah, 30 Juni 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ramadhan ala perantau

  Sayup-sayup suara tilawah dari speaker masjid saling bersahutan dan langit senja yang mulai menguning …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram