Breaking News
Home / Opini / Berhala Plastik yang Semakin Mahal

Berhala Plastik yang Semakin Mahal

Bagi teman-teman para “pemuja berhala” yang terbuat dari plastik mika, fluktuasi kurs mata uang Jepang terhadap Rupiah begitu diperhatikan. Karena kebanyakan “berhala-berhala” tersebut didatangkan langsung dari Negeri Sakura sana. Ketika Rupiah menguat terhadap Yen, itu berarti harga “berhala” tersebut menjadi lebih murah.

Sebagaimana mereka, terkadang saya juga mengamati fluktuasi mata uang Indonesia. Bukan terhadap Yen, tapi terhadap Dollar Amerika. Karena kebanyakan harga barang elektronik seperti komponen komputer, laptop, maupun ponsel pintar mengacu pada pergerakan dollar ini.

Apalagi jika mendekati akhir tahun seperti ini, biasanya di kota-kota besar mengadakan pameran barang elektronik. Mereka (para pedagang) mengambil momentum awal tahun untuk menangkap masyarakat yang ingin meremajakan barang elektroniknya.

Padahal, barang dagangan sudah berada di Indonesia, tetapi harga yang dipatok bukan menggunakan Rupiah, justru menggunakan Dollar. Kan aneh?

Tetapi sebenarnya tidaklah aneh. Jika mengambil posisi sebagai penjual, mereka mendatangkan barang dagangannya melalui impor. Namanya impor tentu saja mata uang yang digunakan mengikuti negara yang bersangkutan. Belum lagi dollar yang masih menjadi mata uang internasional.

Katakanlah jika mereka mengimpor ketika satu dollar seharga 13.000 rupiah, dan rentang harga laptop berkisar 300 hingga 500 dollar maka per unitnya mereka akan membayar 3.900.000 hingga 6.500.000. Itu belum termasuk bea pajak.

Ketika dollar semakin naik, karena harga tersebut dipatok berdasarkan dollar maka mereka akan meraup surplus akibat kenaikan dollar tersebut. Semisal menjadi 13.500, maka harga menjadi 4.050.000 hingga 6.750.000. Ada surplus 150.000 hingga 250.000. Kan lumayan.

Maka dari itu, ada beberapa penjual yang memasang iklan sebagai pemanis ketika pameran yaitu “harga menggunakan rupiah”.

Kamis lalu bertepatan dengan Hari Pahlawan, kurs dollar berada di level 13.138. Tetapi masuk hari Jumat melonjak tajam menjadi 13.383. Naik nyaris 250 rupiah dalam sehari.

Banyak media massa memberitakan hal tersebut termasuk dampak terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS. Lebih lanjut lagi karena kebijakan dalam kampanyenya yang akan protektif. Sebisa mungkin uang tidak mengalir keluar dari AS. Ini menyebabkan investor asing menarik dananya dari negara-negara berkembang kembali ke AS.

Ketika dollar semakin dicari, otomatis harganya akan semakin naik. Inilah salah satu alasan dollar naik. Dampaknya bisa ke mana-mana. Tapi mari kembali ke kasus di awal.

Bagi yang ingin membeli barang elektronik terutama yang mengharuskan untuk impor, sepertinya perlu menahan diri terlebih dahulu. Entah sampai kapan, paling tidak sampai dollar kembali turun ke level 13.000an bawah. Sebelumnya dollar sempat di bawah 13.000. Ketika Sri Mulyani kembali ditarik menjadi Menteri Keuangan dan menggalakkan Tax Amnesty.

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ramadhan ala perantau

  Sayup-sayup suara tilawah dari speaker masjid saling bersahutan dan langit senja yang mulai menguning …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram