Breaking News
Home / Nalar / Bangun Tidur

Bangun Tidur

Doa bangun tidur merupakan doa wajib yang harus dihafal oleh anak kecil. Menjadi wajib karena kegiatan ini (bangun tidur) merupakan kegiatan sehari-hari. Diajarkan tidak hanya di sekolah formal tapi juga di TPA/TPQ setempat.

Bunyinya demikian

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

“Segala puji bagi Allah, yang membangunkan kami setelah ditidurkanNya dan kepada-Nya kami dibangkitkan”

Jika tidur merupakan sebuah kematian (sementara), maka berapa kali kita mati? Berapa kali pula kita dibangkitkan dari kematian tersebut?

Coba bayangkan jika suatu malam tidur/dimatikan, tapi esok paginya tidak dibangkitkan kembali? Muncul rasa sesal yang menyeruak. Merasa apa yang dilakukannya selama ini (selama hidup) belum penuh arti. Merasa bekal yang dikumpulkan belum cukup banyak untuk menebus tiket menuju surga.

Bayangan tersebut semakin menjadi ketika fenomena “ketindihan” sedang melanda. Mata terbuka tetapi seluruh anggota badan serasa mati rasa. Tangan tak bisa digerakkan. Boro-boro bangkit, sebatang jaripun tak bisa diangkat. Membalik badan pun rasanya berat sekali. Seakan segala kekuatan hilang dari raga. Hanya bisa mengerjap-kerjapkan mata. Berharap ini hanya mimpi tapi juga tak kunjung terbangun dari mimpi.

Bahasa kerennya dari ketindihan tersebut adalah sleep paralysis. Jika ingin mengetahui lebih jauh, silahkan cari literatur akademik yang membahasnya. Punya paket data kan?

Maka, kematian menjadi suatu hal yang ditakuti. Bahkan kalaupun diperbolehkan, ingin bisa dihidupkan kembali. Akan menjadi lebih mudah ketika ketujuh bola naga terkumpul. Tapi itu hanya karangan dalam animasi Dragon Ball. Dan bangkit dari kematian rasanya hmmm tak terbayangkan.

Jika membaca arti dari doa bangun tidur tersebut, merasa bersyukur dibangkitkan kembali. Sehingga ketika bangun (lagi, lagi, dan lagi), kegiatan apa yang ingin dilakukan di hari lalu dapat dilakukan. Mimpi yang belum terraih dapat dicapai. PR yang dikerjakan semalam bisa dikumpulkan di kelas.

Kegiatan bangkit dari kematian (sementara) ini terjadi terus menerus, setiap pagi, setiap hari selama bertahun-tahun. Maka, sesuatu yang luar biasa ini menjadi biasa. Tak lagi spesial. Seakan merasa bahwa tidur hanyalah istirahat sejenak dari perjalanan panjang. Tanpa tahu, tanpa pernah terbersit, apakah akan dibangkitkan-Nya kembali di waktu pagi.

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram