Breaking News
Home / Nalar / Balas Dendam Ulat

Balas Dendam Ulat

Ada seekor ulat terusir dari kebun makanannya. Gegara manusia menyemprotkan cairan beracun. Mendongkollah ia dan angkat kaki dari kebun itu

Di luar kebun, ternyata ia bertemu dengan ulat lain. Satu ulat. Dua ulat. Tiga ulat. Ditemuinya banyak ulat. Senasib sepenanggungan, menjadi hewan “buangan”

Dendam tumbuh dalam diri mereka. Mereka bertekad memberi “teguran” pada manusia. Bukan sekarang. Kelak

Mereka kumpulkan tenaga. Bertapa 14 hari lamanya. Tanpa makan. Tanpa minum. Puasa. Berdiam diri. Samadhi

Dua pekan berlalu. Ulat yg dulu bukanlah yg sekarang. Dulu ditendang, sekarang disayang. Dulu dulu dulu mendeeerita. Sekarang, ia memiliki “senjata”. Sepasang sayap

Satu kepakan sayap. Tak ada rasa. Dua kepakan sayap. Tak ada angin berhembus. Tapi ribuan kepakan sayap?! Angin tornado. Porak porandalah kebun tadi

Inilah yg dinamakan “Butterfly Effect”. Satu dalam “Chaos Theory” bahwa perubahan kecil berimplikasi pada perubahan yg lebih besar. Dimodelkan dalam bentuk formula matematika oleh Lorenz. Yang jika disimulasikan dengan grafik, membentuk lingkaran2 seperti sepasang sayap kupu2

Apakah lesson learn dari pengalaman ulat ini dalam menggerakkan perubahan?

~DarmaOne

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram