Breaking News
Home / Curhat / Bagaimana Seharusnya Ustadz Berpenampilan

Bagaimana Seharusnya Ustadz Berpenampilan

Sudah empat bulan saya “hengkang” dari pesantren (akhirnya). Begitu juga penampilan yang membungkus beserta label “ustadz” yang tersemat. Semua dilepas. Rasanya aneh juga dipanggil “ustadz”, background sama sekali ndak ada yang berbau ustadz.

Walaupun begitu, rasanya juga aneh ketika ada (mantan) santri yang memanggil “mas”. Ah, ini cuman belum terbiasa saja. Kalau bahasa kerennya, “it’s just a matter of time.” hehe.

Sesekali datang ke pesantren mengenakan celana jeans. Merupakan sebuah larangan menggunakan kain berbahan jeans untuk santri, yang otomatis dipatuhi oleh asatidz. Ah, toh saya juga bukan ustadz lagi, jadi ya santai aja.

Bertemu beberapa ustadz senior, disalami. Pandangannya langsung tertuju ke bawah, ke celana yang saya kenakan. Bola matanya menyisir dari ujung kaki hingga ke atas. Rasanya seperti “ditelanjangi”. Mungkin celana jeansku ini mengganggu pandangan. Atau mungkin kaget dengan penampilanku yang “berbeda”.

Jadi ini yang dirasakan teman-teman dulu ketika ingin berkunjung ke pesantren. Merasa sungkan sambil bertanya, “Saya boleh masuk pesantren ndak kalau gini?”. Lantas saya jawab, “Boleh boleh. Bilang aja temannya ustadz Darmawan.”

Mungkin juga ingin menegur/ menyinggung pakaian yang saya kenakan. Ingin mengatakan “tidak pantas” tapi juga sungkan. Atau mengatakan “Masa (mantan) ustadz penampilannya begini?! Kaos oblong dan celana jeans?!” Blas ndak ada ambu-ambune pernah jadi “ustadz”. Dan berbagai prasangka yang hanya berputar-putar di pikiran saya.

“Eh, sekarang potongannya beda ya?” hanya itulah yang akhirnya terlontar sambil memperhatikan kepala saya. “Iya tadz, lebaran. Habis dipotong pendek. Kependekan ya? Hehe.”

Yah. Paling tidak rambut saya yang panjang sampai menutupi mata itu bisa dijadikan basa-basi ketimbang “menyinggung” penampilan saya yang lain. Hehe

Rumah, 6 Agustus 2016

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ur Keyboard Ur Weapon

Sebagian besar dari kita pasti sudah jengah dengan “perang keyboard” yang terjadi di linimasa media …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram