Breaking News
Home / iseng / .:: Anak Bukan Mesin ::.

.:: Anak Bukan Mesin ::.

“ustadzah, bagaimana caranya menangani anak yg introvert?” sebuah pertanyaan saya lontarkan kepada kepala pengasuh BK dalam dauroh wali kamar

menangani anak orang, apalagi ank2 bos, tak semudah belajar di kampus

coba klo permasalahannya
– mengatur rise time, overshoot, steady state error (SDPO)
– menghitung time value of money, IRR, NPV, Payback Period (Ekonomi Teknik/Ekotek)
– menghitung ergonomi, RULA, house of quality (Pengembangan Produk/PemPro)
tak perlu ditanya lagi

tapi ini ank orang, kesalahan penanganan ank introvert bisa membuat ia luntang-luntung, menyendiri, memiliki dunianya sendiri

ada kasus, dlu ad ank luntang luntung, kemana2 bawa gayung n handuk, menyusuri tepian selokan, bahkan antri makan pun masih bawa handuk kecilnya, kayak kernet2 bis. tapi selepas dari pesantren, ia justru masuk HI dgn prestasi akademik yg tak bisa dianggap remeh, IPK d atas 3.5, entah “proses” apa yg telah ia lalui

balik lagi k awal, kesalahan penanganan ank introvert, bisa2 malah menjauhi, bahkan mengecap, “ust darmawan isn’t my friend anymore” >:O

panjang lebar dijabarkan oleh usth BK, satu keywordnya “berikan tanggung jawab”

hmmm…kira2 tanggung jawab apa yg perlu diberikan

aha, akhirnya ‘amanah’ menjadi ketua kamar perlu diberikan kepada ank2 yg introvert, tapi diselipkan agar sang anak tak merasa dirinya “unik”. maka setiap 2 minggu, ketua kamar akan diganti, dengan harapan masing2 memiliki pengalaman memimpin dan dipimpin. pengalaman disupport dan mensupport. dan yg pasti, menjadi center of “gravity” teman2nya

dan hasilnya?

sekali lagi, berkecimpung di dunia pendidikan, jangan mengharapkan “buah instan”, karena “buah” itu baru terlihat beberapa tahun lagi, maka yg bisa dilakukan sekarang adalah menebar “benih”

*sst, penulis juga termasuk introvert, bahkan introvert garis keras, eh ekstrem, jika diskala 1-9, maka termasuk k angka 8, 1 poinnya yg kurang adalah karena masih men-share cerita lewat fb ini 😀

_________________________________________________________

tulisan ini pernah diposting dalam halaman fb darmawan.rhs 17 Maret 2015

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram