Breaking News
Home / Curhat / Akun Klonengan

Akun Klonengan

2003 merupakan tahun di mana saya dikenalkan dengan sebuah dunia baru, dunia maya. Media sosial yang saya kenal saat itu salah satunya ialah MiRC. Aplikasi jejaring sosial yang berbasis percakapan daring.

Kali pertama berada di dunia maya, saya diminta untuk mengisi username atau nickname, nama panggilan. Melihat sebelah-sebelah (karena berada di warnet dengan teman-teman), nama yang digunakan aneh-aneh. Bukan nama mereka sendiri. Mengikuti jejak mereka, ku gunakan nama samaran.

Dengan demikian, identitas asli tidak diketahui (secara langsung). Dan entah mengapa mengungkapkan identitas asli ke dalam dunia maya yang baru saya kenal itu seperti tabu.

Rasanya wajar mengingat saat itu diri saya sangat tertutup. Menggunakan nama asli apalagi menunjukkan karakter di dunia maya (media sosial) rasanya sesuatu sekali. Ada wilayah privasi yang terganggu ketika saya lakukan hal itu. Walaupun saat itu belum tahu apa itu privasi hehe.

Maka, dunia maya menjadi wadah untuk berekspresi lebih luas. Terutama di media sosial. Bisa menjadi siapapun yang diinginkan. Ingin menjadi pribadi seperti apa, tinggal mainkan perannya. Dimulai dari halaman pendaftarannya. Karena ada kebebasan di sana. Bebas menentukan identitas tanpa perlu verifikasi apakah sesuai dengan penggunanya.

Jika hal tersebut dihubungkan dengan fenomena sekarang, di mana banyak akun-akun yang belum tentu merepresentasikan pengguna aslinya, maka rasanya kurang pantas. Menjadi kurang pantas jika ada unsur “debat” di situ.

Katakanlah kita menggunakan akun asli, sedangkan lawan bicara kita menggunakan akun “klonengan”. Ketika apa yang kita sampaikan memang sesuai dengan apa yang kita yakini, sedangkan di sisi lain lawan bicara hanya memainkan “peran”nya, apa yang terjadi? Kita berbicara dengan “tembok”?!

Sebenarnya hal ini sudah kita ketahui bersama, tetapi mengapa tidak ada bedanya? Sudah tahu banyak akun “klonengan” yang bertindak sesuai pesanan, tetap saja “dilayani” untuk diajak berdiskusi.

Lantas, “peran” apa sih yang dimainkan oleh akun-akun “klonengan” ini? Pesanan apa yang sedang diterimanya? Apa kita mau menjadi salah satu menu “santapannya”?

About darmaone

always unpredictable, and will be being like this

Check Also

Ur Keyboard Ur Weapon

Sebagian besar dari kita pasti sudah jengah dengan “perang keyboard” yang terjadi di linimasa media …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram