Breaking News
Home / Curhat

Curhat

Ur Keyboard Ur Weapon

Sebagian besar dari kita pasti sudah jengah dengan “perang keyboard” yang terjadi di linimasa media sosial. Perang antar warganet ini bahkan sudah terjadi cukup lama, bahkan cukup lama sampai saya lupa kapan perang ini dimulai. Perang ini dilatari berbagai sebab dari pembahasan yang “berat” misal berbeda pendapat dan ideologi hingga …

Read More »

Gaya Hidup

Yang mahal itu gaya hidup Dan sosial. Garis bawah tebal-tebal. Jadi, jika suatu hari sosialmu naik seiring dengan gaya hidupmu, bersyukurlah. Itu berarti mahal. Ketika sadar bahwa itu mahal, juga perlu bersyukur. Itu berarti masih ingat kehidupan “sebelumnya”. Perlu “tepo sliro” kata orang Jawa. Karena hidup itu seperti roda yang …

Read More »

Kampungan

Untuk yang satu ini, saya “masih” belum bisa menutupi “kekampungan” saya. Setiap malam, setiap melewati Jl Jend Sudirman, kepala ini suka menengadah kanan maupun kiri. Melihat gemerlap lampu gedung-gedung bertingkat. “Masya Allah. Ada ya gedung setinggi ini? Banyak lagi,” batin saya. Di Solo, cuman hotel Alana saja yang menjulang tinggi. …

Read More »

Ramadhan ala perantau

  Sayup-sayup suara tilawah dari speaker masjid saling bersahutan dan langit senja yang mulai menguning mengiringi seorang perantau yang sedang Ngabuburit . Ia yang juga seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi kedinasan yang kurang terkenal sedang berkeliling dengan sepeda sembari mencari Takjil untuk berbuka nanti. Bagi seorang perantau seperti dirinya, segala …

Read More »

Komuting

Saya kira perjalanan komuting Solo – Yogya selama dua tahun dengan kereta Prameks lalu merupakan pengalaman terakhir dalam komuting. Berangkat pagi-pagi sekali, terkadang pulang baru mendapatkan tiket di keberangkatan terakhir. Belum lagi harus berebut tiket, terutama di awal dan akhir weekend, yaitu Jumat sore dan Senin pagi. Wuih, kalau bisa, …

Read More »

Escape Plan

Mungkin kau akan menganggapku aneh. Di saat orang lain menjadikan desiran ombak yang menyapu pasir sebagai “escape plan”. Aku duduk diam di atas kursi. Mungkin kau akan menganggapku aneh. Di saat orang lain menjadikan bukit demi bukit menutupi pandangan sebagai “escape plan”. Aku memangku buku. Mungkin kau akan menganggapku aneh. …

Read More »