Breaking News
Home / Opini / Mental Penjilat -Indonesia-

Mental Penjilat -Indonesia-

Indonesia di bangun dari keringat dan darah para pahlawannya yang gerah  diperbudak wong londo dan jepang. dengan mental pemberani para pahlawan mengusir penjajah hengkang.

Dengan mental pahlawan sang pelopor negri, indonesia menjadi bangsa yang mandiri.

“Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu. Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bistik tetapi budak,” kata Sukarno dengan mental pahlawannya saat berpidato pada HUT Proklamasi Kemerdekaan RI tahun 1963.

“Mandiri” itulah yang diinginkan para pendiri bangsa kita agar dapat menjadi bangsa yang kokoh, tidak ditindas. 71 tahun berlalu, visi membangun negri mandiri pun kandas ditelan waktu.

Rapuhnya bangsa ini disebabkan banyaknya orang bermental penjilat. Demi makan “bistik”, menjadi budak bukan lagi hal yang pelik. padahal hanya untuk kesenangan pada waktu yang singkat.

Indonesia secara faktanya belum merdeka di bawah para oknum penjilat, membuat kondisi indonesia makin tak sehat.

Mandiri meniggalkan mental penjilat merupakan langkarh awal membangun negri yang kuat.

Agar apa yang di katakan Bung Karno bahwa  kita selaku bangsa yang besar harus benar-benar berdaulat secara politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian secara budaya.

sehingga Indonesia bermartabat dan berwibawa di mata dunia internasional.

 

About -cahaya senja-

Check Also

Ramadhan ala perantau

  Sayup-sayup suara tilawah dari speaker masjid saling bersahutan dan langit senja yang mulai menguning …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram