Breaking News
Home / Nalar / hikmah cerita ibu -kenikmatan-

hikmah cerita ibu -kenikmatan-

berbaring di pangkuan ibu yang masih menggunakan mukena sambil menyelesaikan dzikir seusai sholat magrib adalah kebiasaanku sewaktu kecil (walau sudah besarpun terkadang masih).

masih kuingat dan kurasa dengan jelas usapan lembut di kepalaku sambil melantunan dzikir dan doa, seperti suara rekaman yang terus diputar di telingaku. ditambah doa yang terkhusus kepadaku yang sedang dalam pangkuan biar menjadi anak yang sholeh dan sholehah *ups..

selalu setelah selesai doa ibu menyisipkan beberapa cerita hikmah, yang pada saat itu aku ndak tau bahwa cerita itu memang nyata dan di tulis di dalam kitab kitab para ulama besar muslim. salah satunya adalah “raja pencari kenikmatan sejati” ibuku memberi judul

“pada zaman dulu kala”, ibuku memulai cerita “ada seorang raja yang sangat kaya raya. bahkan tanpa kerja keras, segala kemauannya di turuti . tetapi ia mempunyai masalah, yaitu tidak bisa tidur dengan nyenyak dan nikmat.

sudah berbagai dokter dan obat ia coba, namun tak kunjung sembuh.. akhirnya sang raja memutuskan untuk berjalan jalan di luar istana untuk melihat rakyatnya.

sampailah ia di sebuah kampung dan dilihatnya ada seorang miskin berpakaian lusuh dan kotor sedang tertidur bersandar pada sebatang pohon. terlihat di sampingnya kampak dan tumpukan batang kayu yang baru dipotong.

terlihat pada wajahnya yang tampak santai tertidur lelap seperti tidak membawa beban hidup yang berat.

sang raja merasa heran, dan bertanya dalam benaknya, “bagaimana seorang tukang kayu yang kesulitan seperti ini bisa begitu nikmatnya tertidur?” sambil terus memandang heran wajah tukang kayu tersebut.

singkat cerita…” ibuku melanjutkan sambil melihat kearah jam yang menandakan  bahwa waktu makan malam sbentar lagi.

“yah kok ndak lengkap ceritanya..” memotong cerita ibuku tidak terima

“iya bentar lagi kan makan, masa adek ndak mau makan?”

“oke oke ma..”

“sang raja pun berhenti menjadi raja dan mencoba menjadi tukang kayu. lalu ia bekerja keras dan akhirnya duduk beristirahat sambil bersandar di bawah bayang bayang pohon.. karna terlalu lelah iapun tak sadar bahwa dia tertidur lelap. singkat cerita sang mantan rajapun bisa merasakan nikmatnya tertidur dengan lelap”

cerita tersebut sudah lama tak didengungkan lagi di telingaku hingga ku baca surah al insyirah ayat:

5. Karena sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan,

6.Sesungguhnya bersama setiap kesulitan ada kemudahan.

hikmah yang terkandung dalam cerita dan ayat al insyirah adalah kenyamanan tidak bisa diperoleh jika tidak pernah mersakan kesukaran dan kesulitan.

sebagaimana hukum fisika menyebutkan  bahwa haawa dingin dirasakan ketika tidak ada panas. seandainya cuman hanya ada musim dingin di dunia ini manusia tidak pernah merasakan kehangatan bahkan tidak mungkin ada yg hidup (logika liar)..

kenyamanan adalah ketika kita merasa dingin ada selimut yang menghangatkan, bukan kamu, iya kamu.. (dodit)
ketika gelap ada cahaya yang memberi pencerahan ketika jalan
ketika siang terjaga untuk bekerja ada melam waktu beristirahat

wallahua’lam….

About -cahaya senja-

Check Also

“Qurban” tanda cinta

Eits..kata qurban bukan berasal dr kata “korban” loh ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram