Breaking News
Home / Uncategorized / makna tersirat “angka Jawa”

makna tersirat “angka Jawa”

Bahasa Jawa merupakan bahasa yg kaya..

Banyak perbendaharaan kata dalam bahasa Jawa yg sulit diartikan dlm bahasa lain..seperti : keserimpet, kesusu, dll

.

.

Kali ini saya akan mengajak Anda memahami hitungan dlm bahasa Jawa..yg awalnya tidak saya pahami jg..

.

.

Terinspirasi dari gojekan saya dan tmn2 saat KKN

“Umure wis Sewidak” kata temenku

Saya mikir keras..weleh..klo dah itung2 kyk gini..saya mundur aja deh..gk paham..

.

.

Dan ternyata..penyebutan usia dlm bahasa jawa memiliki filosofi dan arti masing2

Contohnya nih:

Angka 20 bahasa jawanya “rongpuluh”,

Normalnya,

Angka 21 bahasa jawanya rongpuluh siji..tapi anehnya penyebutannya bukan itu..angka 21 bahasa Jawanya adalah “selikur”.

Begitupun angka 25, bahasa jawanya menjadi “selawe”

Mengapa berbeda????

.

 

.

Mari kita telusuri..

Ternyata sebutan sebutan diatas memiliki arti tersendiri dlm bajasa jawa..

Kesemua nya menggambarkan tahapan kehidupan manusia

.

.

Coba kita cek satu satu..

Angka 21, 22, s/d 29 disebut dalam bahasa Jawa selikur, ronglikur s/d songo likur

 

Di sini terdapat satuan LIKUR

Yang merupakan kependekan dari LIngguh KURsi, artinya duduk di kursi.

Pada usia 21-29 itulah pada umumnya manusia mendapatkan “TEMPAT DUDUKNYA”, pekerjaannya, profesi yang akan ditekuni dalam kehidupannya;

.

Lanjut..namu ada sedikit berbeda di angka 25

Ada penyimpangan pada bilangan 25, tidak disebut sebagai LIMANG LIKUR, melainkan SELAWE.

SELAWE = (SEneng-senenge LAnang lan WEdok).

Puncak asmaranya laki-laki dan perempuan, yang ditandai oleh pernikahan.

Maka pada usia tersebut pada umumnya orang menikah (dadi manten).

 

Ada penyimpangan lagi nanti pada bilangan 50.

Setelah Sepuluh, Rongpuluh,

Telung Puluh, Patang puluh,

mestinya Limang Puluh.

 

Tapi 50 diucapkan menjadi SEKET.

SEKET (SEneng KEthonan : suka memakai Kethu/tutup kepala topi/kopiah). Tanda Usia semakin lanjut, tutup kepala bisa untuk menutup botak atau rambut yang memutih karena semirnya habis…

 

Di sisi lain bisa juga Kopiah atau tutup kepala melambangkan orang yang seharusnya sudah lebih taat beribadah…!

Pada usia 50 th mestinya seseorang seharusnya lebih memperbanyak ibadahnya dan lebih berbagi untuk bekal memasuki kehidupan akherat yang kekal dan abadi…!.

 

Dan kemudian masih ada satu bilangan lagi, yaitu 60, yang namanya menyimpang dari pola, bukan Enem Puluh melainkan SEWIDAK atau SUWIDAK.

 

SEWIDAK (SEjatine WIs wayahe tinDAK).

Artinya : sesungguhnya sudah saatnya pergi. Sudah matang…

Harus sudah siap dipanggil menghadap Tuhan..

.

.

Wkwkwkw..

Saya pribadi merasa lucu sendiri..ternyata adaaa yaa artinya..

.

Untuk “gangsal” atau lima dan “sedoso” atau 10..mungkin bisa dipelajari sendiri ya guys

.

Semoga menjawab kebingungan kita dlm memahami bahasa Jawa..khususnya penyebutan angka

.

Usia brp kah anda?

 

 

About anak rantau

Check Also

Bisnis Penitipan Sepeda Motor

Sabtu pagi di Stasiun Lempuyangan, para calon penumpang sudah membanjiri ruang tunggu. Lusinan deret kursi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram