Breaking News
Home / Cerpen / Langitmu Cantik

Langitmu Cantik

“Siera, kamu gak kedinginan”, seorang wanita muda menyapa temannya yang sedang diam memandang langit cakrawala.

“Di luar habis turun salju, ayo masuk”, wanita tersebut kembali memanggil temannya lagi.

“Kemari, temani aku, dan coba lihat sekeliling kamu”, temannya malah mengajak wanita tersebut untuk menemaninya.

Wanita tersebut hanya diam, kembali ke kamar, dan berharap temannya Siera tidak sakit keesokan harinya.

“Entah kenapa malam ini begitu hangat”, Siera bergumam sendiri. Malam ini terasa berbeda. Ada mata yang sedang memandang hangat ke dirinya. Dia tidak tahu siapa dan di mana. Dia hanya merasa mata itu dari langit. Semakin dia memandang langit, semakin dia jatuh cinta pada langit tersebut. Bukan hanya kecantikan langitnya akan tetapi tatapannya yang benar-benar membuat tenang suasana hatinya.

“This is for you”, wanita yang tadi memanggil-manggil dirinya datang untuk menemani Siera dan membawakan secangkir kopi hangat.

“Aku gak tahu apa yang sedang kamu pikirkan tetapi please kita masuk”

“Aku gak mau kamu sakit”

“Ingat, kita bukan di rumah. Kita ini pelajar”, teman wanita Siera menegaskan suaranya.

“Hari ini banyak sekali pesan masuk ke handphone ku”, Siera mulai bercerita.

“Isi pesan ku semua intinya hanya satu, kapan aku menikah dan itu benar-benar membuat aku gelisah”

“Tetapi ketika aku diam di balkon ini dan memandang langit, kegelisahanku hilang”

“Entah kenapa langit malam ini benar-benar membuatku tenang”, Siera dengan tenangnya menceritakan kegelisahannya kepada teman wanitanya.

“Aku juga kadang seperti itu”, teman wanita Siera mulai berbagi cerita.

“Tetapi aku selalu sadar kenapa aku tinggal di sini, untuk apa aku di sini, dan melupakan semua kegelisahanku”

“Aku tidak mau apa yang aku lakukan di sini sia-sia hanya karena kegelisahan yang pasti dialami seluruh wanita di dunia”

“So…please masuk dan tidur. Waktu sudah menunjukan pukul 12 malam”, wanita tersebut menarik Siera ke dalam kamar lalu menutup jendela balkon.

Siera hanya bisa pasrah atas tarikan paksa temannya lalu pergi ke masuk untuk tidur.

“Langitmu cantik”, tiba-tiba muncul notifikasi dari akun media sosial Siera.

“El Karami menyukai gambar kamu”

About aji.achmad

Check Also

.:Kisah Dewaruci.:

Sekilas mendengar namanya, seketika teringat dengan Kapal buatan Indonesia yang sudah berkelana keliling Benua . …

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tidak ingin ketinggalan  Goresan Tinta

terbaru kami?

 

Cantumkan Nomor WhatsApp anda di sini

BERLANGGANAN GRATIS

Channel Telegram